Pernahkan anda merasa menjadi orang yang sangat beruntung?
Atau mungkin justru sebaliknya, menjadi orang yang sangat tidak beruntung?
Haduh, jangan sampai masuk di kategori kalimat yang ke-2 yaaa….
Sebenarnya kalau dilihat dengan kacamata orang biasa, yang nota bene masih belum banyak baca buku, yang jarangĀ baca tafsir al-Quran, yang gak pernah dengar kaset motivasi, yang jarang ikut seminar, dengan hanya MERASA BERUNTUNG saja, kita sudah maju 1 langkah menjadi lebih baik. Sudah 50% melepaskan diri dari masalah-masalah yang kita hadapi denganĀ lebih mudah.
Sebaliknya kalau kita selalu meratapi dan menklaim bahwa kita ini serba tak beruntung, trouble maker, selalu sial, biang kerok, maka apa yang kita ucapkan tadi justru menjadi Stempel pemasti bagi faktur un-luck kita sendiri. Ketidak beruntungan serasa dilegalisir untuk diri sendiri.
Nah pasti pada berpikir dua kali khan untuk ngatain dirinya sendiri sebagai orang yang tidak beruntung?
Makanya jangan sekali-kali deh berucap bahwa anda bukan orang yang beruntung, karena:
Beruntunglah kita masih bisa bernafas
Beruntunglah kita masih bisa berkedip
Beruntunglah kita masih bisa bicara dan mendengar sura hujan dan angin gemuruh semalam
Beruntunglah kita masih bisa melihat sampah berserakan dimana-mana yang merindu utnuk dibersihkan
Beruntunglah kulit masih bisa merasakan hawa dingin akhir-akhir ini
Beruntunglah masih membantu pasangan kita mencari segenggam berlian hari ini
Beruntunglah masih bisa memberi ASI buat bayi kita
Beruntunglah masih bisa mendengar istri bersenandung kecil pagi ini
Beruntunglah masih bisa sungkem pada orang tua di lebaran yang baru lalu
Beruntunglah…..beruntunglah…….. beruntunglah…….
Coba dengungkan kalimat beruntung tadi berkali-kali dari bibir anda
Mengapa kekuatannya begitu dasyat untuk kekuatan kita?
Karena, pada saat bibir ini berucap “Betapa beruntungnya saya terlahir sebagai manusia sempurna, yang bisa menjadi orang yang sangat disayangi semua orang tercinta saya, yang bisa membuat mereka semua tersenyum dan bahagia”….secara tanpa sadar, ucapan bibir anda tadi akan didengar oleh indra pendengaran anda, kemudian ditransfer ke hati anda yang akan mengirim sinyal-nya ke indra pikir anda (otak) yang otomatis akan menggerakkan semua otot di tubuh anda untuk bergerak dan bergerak mewujudkan ucapan anda sendiri tadi.
Jadi jangan terheran-heran saat anda menyadari bahwa otot tubuh anda bergerak sedemikian dasyatnya untuk mewujudkan semua ucapan-ucapan anda buah dari Impian-Impian yang segera dilegalisir menjadi Nyata.
Otot mata yang biasanya malas terbuka di waktu subuh, tiba-tiba terbuka sendiri. kemudian otot tubuh menggerakkan tubuh meninggalkan tempat tidur yang nyaman untuk segara berbegas menyiapkan segapa sesuatunya untuk memulai hari ini. Menerima setiap keberhasilan demi keberhasilan buah dari hasil kerja kita hari kemaren.
Tak ada waktu untuk menyesali diri, yang tersisa sekarang adalah persaan beruntung yang tiada henti. Yang akan bermuara pada sujud syukur kepada sang Pencipta. Akhirnya kita akan kembali padaNya.
Mari selalu merasa Beruntung !!!


Recent Comments