MULUTMU, HARIMAU-MU

Gurat Pena Add comments

Sudah pernah dengar ungkapan ini di iklat TV berkali-kali khaaan….

Ini terbukti benar dalam keseharian kita. Apa yang kita ucapkan selayaknya seperti ranuangan harimau si raja hutan. Suara yang keluar dari mulut ini, entah perlahan ataupun keras memekakkan telinga, pastinya apan sampai pada si pendengarnya, siapapun itu.

Apa yang kita ucapkan adalah memang gambaran siapa si pemilik suara, siapa yang mengeluarkan kalimat-kalimatnya

Bila yang diucapkan oleh mulut tadi adalah hal-hal baik, penuh arti, optimisme, menyejukkan, membawa tawa dan bahagia, maka si penerima suara akan menerima suara-suara / kalimat-kalimat tersebut dengan imbasan perkataan dan perbuatan yang sama.

Sebaliknya bila suara / kalimat yang dikeluarkan dari mulut pemilik suara, maka efek yang diberikan oleh pendengarpun akan  sama buruknya, sama menyakitkannya, sama sedihnya, sama lesunya, bahkan bisa menimbulkan luka serta dendam tak berkesudahan, dll.

Nah apa manfaat yang didapat oleh si pemilik mulut?  Kalau mau mnedapat manfaat dari gaung suara yang baik, keluarkan lah suara dan kalimat-kalimat baik…..niscaya, otomatis, suara ini akan didengar oleh telinganya sendiri sebelum sampai ke telingga pendengar lainnya, suara tadi akan dioleh oleh otaknya sendiri sebelum diolah oleh otak pendengarnya yang lain, kemudian sang otak akan memerintahkan  otot-otot tubuhnya merespon baik suara dan kalimat baik yang diucapkan oleh si pemilik mulut yang baik tadi. dan pendengar yang lain juga akan menggerakkan ototnya melakukan hal baik untuk sang pemilik mulut tadi

Kalau smuanya sudah baik, Insya allah, hasil akhir dari suara tadi adalah pasti BAIK. Baik untuk si pemilik mulut, baik untuk si pendengar ucapan, baik untuk semua….amin.

Mulai sekarang, biasakan berucap yang baik-baik saja, yang enak didengar, yang merdu, yang penuh ceria, yang optimis, yang penuh cinta, yang dasyat buat kita sendiri, buat orang lain, buat masa depan, buat alam semesta, buat Tuhan sang pencipta.

2 Responses to “MULUTMU, HARIMAU-MU”

  1. zawawi Says:

    Assalamuaalaikum wr wb..

    wwowww…best sekali membacanya…mendatang Semangat buat Saya…terima kasih .

    lov ya dari sini 4 org disana.

    salam ukwah .

  2. aa-eman Says:

    Menjelang Ramadhan yang lalu, sebagian Jakarta heboh setelah saya lontarkan sms, “singa makan, orang lagi jalan2 di Ragunan.” Klo saja tanda koma terbaca, maka Jakarta gak perlu seheboh itu. Gitu aja kok repod seh?

Leave a Reply

Free Hit Counter
Entries RSS Comments RSS Log in